miti bar

Showing posts with label reportase. Show all posts
Showing posts with label reportase. Show all posts

Wednesday, March 17, 2010

Temilnas 2010 FOSSEI: “Revitalisasi Entrepreneurship Ummat untuk Indonesia Sejahtera”

FOSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam) pada 1-4 Maret yang lalu telah menyelenggarakan Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) 2010 di Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara. Temilnas kali ini mengambil tema “Revitalisasi Entrepreneurship Ummat untuk Indonesia Sejahtera”. Rangkaian acara yang ada pada Temilnas 2010 ini antara lain sebagai berikut:
  1. Seminar Internasional
  2. Seminar Karir (Talk Show)
  3. Lomba Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTEI) 2010
  4. Olimpiade Ekonomi Islam 2010
  5. SETT (Syari'ah Economist Training for Trainer)
  6. Spiritual Entrepreneurship
  7. Field Trip
Ulasan berita mengenai Temilnas 2010 dapat dilihat di bawah:


FoSSEI Menggelar Temu Ilmiah Nasional ke IX di Medan
sumber: Waspada Online

MEDAN - Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (fossei) menggelar temu ilmiah nasional (temilnas) ke IX, yang digelar di Medan, dengan tema ”Revitalisasi entrepreneurship ummat untuk Indonesia sejahtera”.

Muhammad Barli, ketua panitia temilnas ke IX, menuturkan, tujuan dari kegiatan ini adalah agar tercapainya komunikasi yang efektif antara mahasiswa yang perduli dalam pengembangan dan pengkajian islam, serta untuk lebih menggalakkan sistem ekonomi syariah, dan menjadikan ekonomi Islam sebagai landasan dalam pola perekonomian di Indonesia.

“Tercapainya komunikasi yang efektif antara mahasiswa yang perduli dalam pengembangan dan pengkajian ekonomi Islam, merupakan cara untuk membudidayakan dan menerapkan ekonomi Islam di Indonesia,” ujarnya pada Waspada Online.

Dia menambahkan, kemampuan sistem ekonomi syariah dalam menghadapi badai krisis ekonomi yang dialami Indonesia sejak tahun 1998 dan krisis keuangan global tahun 2008 membuktikan bahwa sistem syariah adalah sistem yang lebih baik dibandingkan dengan sistem ekonomi yang selama ini kita anut.



Temilnas Soroti Gerak Perbankan Syariah
Sumber: Waspada Online

MEDAN – Perkembangan ekonomi syariah di Sumatera Utara semakin diperhitungkan. Hal ini terbukti dengan diadakan kegiatan temu ilmiah nasional (Temilnas) IX Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Medan yang dimulai hari ini hingga 4 Maret mendatang.
“Dewasa ini sistem perbankan Islam yang merupakan lokomotif gerakan ekonomi Islam di Indonesia mencapai kemajuan yang pesat,” tutur ketua panitia pelaksana Temilnas, Muhammad Barli kepada Waspada Online, sore ini.

Menurutnya, seiring berjalannya waktu, perkembangan perbankan syariah telah memasuki babak baru yang semakin berkembang dari yang hanya sekedar alternatif praktik perbankan syariah menjadi bagaimana bank syariah menempatkan posisinya sebagai pemain utama dalam persaingan ekonomi di Indonesia .

“Perbankan syariah memiliki potensi besar untuk menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam pilihan transaksi mereka,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Barli, meskipun perbankan syariah mengalami perkembangan yang pesat, sesuai dengan perkembangan ekonomi global dan semakin meningkatnya minat masyarakat, Ekonomi Islam masih harus menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang besar.
Maka dari itu, pelatihan dan edukasi yang intensif terhadap ekonomi Islam sangatlah diperlukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Bukan hanya itu, pelatihan yang mendorong pertumbuhan ekonomi seperti pelatihan entrepreneurship juga mutlak dibutuhkan karena hal ini tentu memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan ekonomi umat di masa yang akan datang.
READ MORE - Temilnas 2010 FOSSEI: “Revitalisasi Entrepreneurship Ummat untuk Indonesia Sejahtera”

Wednesday, January 27, 2010

Sartatama MITI di Bernas


READ MORE - Sartatama MITI di Bernas

Thursday, September 17, 2009

Reportase Temu IPTEK Kalimantan-Sulawesi


Peserta temu IPTEK wilayah Kalimantan-Sulawesi berfoto bersama setelah acara selesai

Banjarbaru_Temu Wilayah Kalimantan - Sulawesi tanggal 1-2 Agustus yang lalu dimulai dengan Seminar IPTEK bertajuk Optimalisasi Sumber Daya & Teknologi Dalam Pembangunan Daerah Indonesia Timur Menuju Kemandirian Bangsa. Aula DPRD Banjarbaru dipenuhi oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai akademisi, pelajar SMA dan mahasiswa dari berbagai universitas.


Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Panitia, Very Julianto dilanjutkan sambutan dari MITI Mahasiswa yang disampaikan oleh Ka.Bid. HAL MITI Mahasiswa. Dikarenakan ada agenda lain yang mendesak, Walikota Banjarbaru, Rudi Resnawan berhalangan hadir. Meskipun begitu, Rudi Resnawan menyambut baik kegiatan tersebut dengan pidato sambutan yang diwakilkan sekaligus membuka Seminar IPTEK tersebut.


Kesempatan pemaparan materi pertama diserahkan kepada Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan. Dilanjutkan pemaparan dari sudut pandang akademisi. Sutarno, salah satu Dosen UNLAMB menyampaikan materi secara komprehensif sebagaimana layaknya seorang ilmuwan. Dimulai dari alur pikir yang runut hingga penutup. Pemaparan menjadi menarik ketika masuk pembahasan optimalisasi SDM khususnya SDM. Suasana semakin memanas ketika tiba giliran IBP Angga Antagia. Alumni Universitas Gajah Mada ini didaulat menggantikan DR. Edi Sukur yang berhalangan hadir. Ka.Bid HAL MITI Mahasiswa ini memaparkan KPK (Kompetensi, Profesionalitas dan Kontribusi) dengan penuh semangat. KPK dikemas apik dengan ide-ide cemerlang mengenai pola mobilitas vertikal. Pemaparan terakhir menjadi miliki PT. Arutmin dengan judul Peran Industri Pertambangan Terhadap Pembangunan Nasional dan Daerah.


Keberadaan PT. Arutmin yang merupakan salah satu sponsor dari Temwil Kalsul menjadikan acara semakin semarak. Beberapa pertanyaan mengerucut pada keberadaan beberapa perusahaan tambang yang terkesan "mengeruk" kekayaan lokal. Beberapa pertanyaan yang cukup tajam dijawab dengan sederhana, ringkas dan mencerahkan. Pemaparan yang kompehensif disertai animasi yang mendukung membuat peserta cukup puas dengan penjelasan dan jawaban yang diberikan oleh PT. Arutmin. Pertanyaan yang ditujukan kepada IBP Angga Antagia tak kalah menarik. KPK tetap menjadi bintang dalam acara tersebut. Konsep pengembangan Sumber Daya Manusia (mahasiswa) yang utuh memukau para peserta termasuk akademisi. Gerakan mahasiswa dengan memperhatikan pengembangan kompetensi dari sisi akademis dan personal competence serta sinergisitas gerakan dengan tri dharma perguruan tinggi memikat para hadirin. Bahkan para akademisi tampak "manggut-manggut" melihat presentasi Ka.Bid HAL ini.


Ada harapan yang menunggu untuk kita wujudkan bersama. Bukan lagi menunggu esok atau lusa melainkan sejak saat ini. Dengan memberikan yang terbaik pada titik dimana kita berada.

READ MORE - Reportase Temu IPTEK Kalimantan-Sulawesi

Wednesday, September 09, 2009

Memoar temu IPTEK Jabaja

Bpk Tatang tengah mempresentasikan slide mengenai budaya pengetahuan bangsa dan penerapan teknologi

Pagi itu (29/8/09), auditorium rektorat IPB nampak berbeda. Ada antrian panjang mahasiswa yang akan registrasi seminar IPTEK. Berbeda sekali, karena jarang ada seminar mahasiswa yang dipadati peserta hingga lebih dari 300 orang, sampai panitia harus menolak peserta karena tiket masuk telah ludes terjual dan kursi telah penuh. Seminar ini terkesan sangat eksklusif. Ruangan yang digunakan adalah ruangan yang digunakan oleh presiden SBY untuk mempertahankan desertasinya. Ruangan itu cukup megah dengan tatanan ruang yang sangat nyaman dan kondusif untuk acara talk show ataupun seminar.

Seminar ini juga terkesan sangat meriah dan terasa sekali menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi teman-teman FORCES IPB khususnya dan juga mahasiswa IPB pada umumnya. Presenter acara ini sangat bisa membawa suasana, ditambah dengan backsound music instrumentalia yang sangat mendukung. Diawali dengan kalimat “FORCES IPB bekerjasama dengan Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia dengan bangga mempersembahkan seminar nasional dengan tajuk Peran Mahasiswa Indonesia Dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ramah Lingkungan & Energi Terbarukan..”, presenter mengundang suara tepuk tangan peserta yang terdengar sangat membahana. Ada rasa bangga sekaligus terharu membayangkan kerja keras panitia yang luar biasa sehingga bisa menyelenggarakan acara sedahsyat ini. Presenter melanjutkan “acara ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari daerah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta: UI, PNJ, UNJ, UNTIRTA, ITB, UIN Sunan Gunung Djati, UPI, UNPAD, IAIN Banten, STT Tekstil, dan tentu saja tuan rumah IPB.” Tepuk tangan kembali membahana, kali ini lebih semarak. Luar biasa!

Lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan bersama kali ini, entah kenapa, saya pribadi merasakan ruh dalam lagu itu. Ada harapan besar, cita-cita besar untuk Indonesia yang pada detik itu terasa tengah dipikulkan dipundak para mahasiswa, para calon ilmuwan dan teknolog Indonesia yang senantiasa ditunggu kontribusinya.

Sambutan dari direktur kemahasiswaan IPB menambah gegap gempita seminar dengan disebutkannya prestasi2 luar biasa dari inovasi mahasiswa IPB dan juga karya2 dari teman2 FORCES. Beliau juga sangat menyambut tim MITI-M dengan tangan terbuka. Beliau banyak berharap dengan kolaborasi FORCES dan MITI-M yang sangat OK ini :)

Seminar yang mengundang pembicara dari BPPT (Bpk Tatang A. Taufik) , Riset dan Kajian Strategis IPB (Bpk M. Hendra Wibowo), dan MITI-M (Aldani Malau, S.T.) ini seru dan mencerahkan. Pak Hendra mengawali bahasan dengan mempresentasikan tentang peran pertanian dalam teknologi ramah lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan presentasi Aldani Malau yang lebih menekankan pada kontribusi mahasiswa terhadap pengembangan teknologi dan tanggung jawab para teknolog terhadap lingkungan. Bahasan ditutup dengan presentasi terakhir dari Bpk Tatang mengenai budaya pengetahuan masyarakat Indonesia dan penerapan teknologi.

Peserta sangat antusias dalam merespon seminar ini. Ada penanya yang pernah memenangkan lomba inovasi di Taiwan untuk penemuan helm komunikasi. Ia menceritakan tentang temuannya yang kini hanya menjadi pajangan di kamar (menyedihkan..) karena tidak ada perhatian dari pihak manapun. Lalu bergulirlah wacana hak paten, HaKI, dan peluang riset&bisnis.

Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dua karya terbaik mahasiswa IPB dalam pengembangan agrikultur. Sementara di luar ruangan terdapat pameran sederhana karya-karya luar biasa dari mahasiswa IPB, khususnya FORCES, yang bagi saya pribadi membuat lisan ini tidak bisa tidak mengucap tasbih Subhanallah….

Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi kandidat MPC (MITI Paper Challenge). Acara ini benar-benar2 seru! Semua kandidat berusaha tampil sebaik mungkin, meski semuanya dibantai habis-habisan oleh Dr. Edi Sukur (MITI pusat). Akhirnya kandidat dari IPB berhasil memboyong trophy MPC. MITI Award juga cukup seru, meski waktunya sangat mepet, sehingga para kandidat tidak terlalu tereksplorasi gagasan-gagasannya sebagaimana di Jabalnusra. Karena diingatkan terus soal waktu, juri beberapa kali terpaksa memotong jawaban kandidat dengan “ok, I’ve got ur point, thank u!”. Alhamdulillah…kali ini kami mendapat pemenang dari UNJ.

Jam 17 teng kami bubar dan 1 jam kemudian bener-bener bubar (buka bareng) the great team MITI-M 09 & sensei Edi, melewati tembok Berlin IPB dan menikmati sup buah. Seger! Alhamdulillah. Sambil makan sambil diskusi banyak hal tentang masa depan (deu..berat… :P).

Keesokan harinya kami mendengarkan presentasi dari semua kampus undangan dalam lokakarya terbatas. Lokakarya ini membahas pengembangan lembaga keilmuan mahasiswa agar lebih dapat memberikan kontribusi baik untuk internal (civitas akademika), maupun eksternal masyarakat.

Minggu, 30 Agustus sore kami pulang..dengan membawa setumpuk PR dan harapan untuk masa depan pemuda dan bangsa Indonesia. Terima kasih banyak untuk mas Rezki yang sudah mengorbankan waktu berbuka puasa bersama keluarga untuk mengantar saya dan teman-teman ke Jatinegara. Mendapat tiket kereta 15 menit menjelang kereta berangkat adalah hal yang cukup membuat stress :P. Terima kasih banyak untuk semuanya….

Sampai jumpa di temu IPTEK terakhir kita di Pekanbaru, Oktober mendatang, insya Allah…. Gambatte kudasai!!

-memoar oleh Ellita P. W. at Y! (Yogya!) -
READ MORE - Memoar temu IPTEK Jabaja

Monday, January 26, 2009

MITI Meluncurkan Lembaga Riset Virtual, Menjaring Ilmuwan Indonesia di Seluruh Dunia

Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) meluncurkan lembaga riset virtual yang diberi nama Indonesian Virtual Research Laboratories (IVR Labs) pada tanggal 25 Januari 2009. Peluncuran dilakukan oleh DR. Warsito P. Taruno, ketua umum MITI berlokasi di Wisma Pemuda, Jakarta dan dihadiri oleh lebih dari 100 perwakilan MITI-Mahasiswa dari 45 kampus dari 20 provinsi di seluruh Indonesia.


IVR Labs merupakan sebuah institusi riset virtual yang mengorganisir ilmuwan Indonesia yang tersebar di dalam dan luar negeri untuk melakukan koordinasi riset melalui sistem kolaborasi secara “open source”. IVR Labs menggunakan internet sebagai basis koordinasi kerja, diskusi ilmiah, seminar serta publikasi.


Kegiatan utama IVR Labs adalah melakukan bimbingan jarak jauh bagi mahasiswa dan peneliti muda Indonesia yang berafiliasi di universitas dan lembaga riset di Indonesia untuk menyelesaikan tugas akhir seperti skripsi, tesis maupun disertasi. Melalui IVR Labs para mahasiswa Indonesia bisa memanfaatkan fasilitas riset dan sumber daya iptek lain yang dimiliki oleh universitas dan lembaga riset terkemuka di dunia melalui kolaborasi internasional.


Melalui IVR Labs MITI berusaha memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk melakukan riset kelas dunia, berpartisipasi di forum ilmiah internasional dengan dibimbing langsung oleh ilmuwan Indonesia di luar negeri. Bagi ilmuwan Indonesia di luar negeri IVR Labs bias menjadi ruang untuk memberikan kontribusi mereka bagi pengembangan riset dan pendidikan di dalam negeri sambil tetap berada di luar negeri.


Saat ini sudah terdaftar kurang lebih 50 doktor di berbagai bidang keilmuan yang berafiliasi di universitas dan lembaga penelitian di seluruh dunia. MITI mentargetkan akan menjaring sebanyak 500 doktor Indonesia yang tersebar di seluruh dunia dan menghubungkannya dengan ribuan anggota MITI-Mahasiswa yang tersebar di 50 kampus dan 26 provinsi di seluruh Indonesia.


Sistem IVR Labs yang dikembangkan MITI bisa menjadi cara yang paling efisien dengan biaya yang sangat murah untuk mendorong pengembangan iptek di dalam negeri dengan memanfaatkan fasilitas dan sumber daya riset yang dimiliki institusi di luar negeri melalui kolaborasi dunia maya.


Selama ini banyak universitas dan lembaga riset dunia yang mengalami kemunduran akibat kurangnya sumber daya manusia, sementara salah satu kendala kurang berkembangnya riset di dalam negeri adalah kurangnya fasilitas dan minimnya sumber daya ilmiah lain. Dengan IVR Labs MITI berusaha membangun jembatan antara institusi riset di dalam dan luar negeri untuk menciptakan kolaborasi melalui dunia maya yang murah, mudah dan saling menguntungkan. IVR Labs diharapkan juga akan mendorong percepatan tercapainya upaya mengembangkan universitas riset di universitas-universitas Indonesia. [ ]


SUMBER: Sekretariat MITI, Jl. Duren Tiga Selatan No.17, Jakarta 12760; Tel. +62 21 799 1470; Fax. +62 21 791 98 761; E-mail: sekretariat@miti.or.id


Foto: Launching IVR Labs, 25 Januari 2009, Wisma Pemuda, Cibubur, Jakarta Timur

READ MORE - MITI Meluncurkan Lembaga Riset Virtual, Menjaring Ilmuwan Indonesia di Seluruh Dunia

Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA

Ilmuwan Indonesia yang juga merupakan Ketua MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia), Dr. Warsito, menciptakan pemindai empat dimensi pertama di dunia. Laboratoriumnya hanya ruko sederhana. Sangat diperlukan untuk industri perminyakan. Teknologi tersebut adalah teknologi ECVT (electrical capacitance volume tomography). ECVT adalah sistem pemindai berbasis medan listrik statis yang mampu menghasilkan citra obyek volumetrik dan real time (seketika). Pada dasarnya, teknologi ECVT adalah teknologi scanning atau fotokopi yang bisa melihat secara real time dan 3 dimensi gerak bahan di dalam boiler, reaktor industri, pipa, dsb, meskipun bertekanan dan bersuhu tinggi. Teknologi ECVT bisa diterapkan di berbagai bidang mulai dari bidang industri, kedokteran, pertambangan, proses kimia, body scan untuk keperluan security, pencitraan aktifitas di dalam gunung berapi atau semburan lumpur panas, dll.


Teknologi tersebut kini dipakai oleh Badan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA). “Guna penerapan pada pemindaian obyek dielektrika pada saat misi antariksanya,” demikian tulis editorial jurnal Industrial and Engineering Chemistry Research edisi Januari 2009, yang diterbitkan oleh American Chemical Society. NASA, dalam jurnalnya yang dipublikasikan di Measurement Science and Technology yang terbit di Inggris, menyatakan telah memanfaatkan teknologi ECVT untuk memindai keberadaan air di permukaan luar pelapis sistem pelindung panas pada dinding pesawat ulang-aliknya. Teknologi ECVT mampu menghasilkan citra volumetrik dan real time dari konsentrasi air yang terakumulasi pada dinding luar pesawat ulang-alik.


Dr. Warsito yang menemukan dan mengembangkan teknologi ECVT ini merupakan ilmuwan muslim dari Indonesia sebagai pemilik paten ECVT yang didaftarkan di dokumen paten AS. Dr. Warsito meraih gelar pendidikan S1 s.d S3 di Shizuoka University, Jepang. Selain menjadi Ketua Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) dan Ketua Dewan Penasehat Institute for Science and Technology Studies (Istecs). Pernah meraih penghargaan Tokoh Muda Indonesia (Gatra, 2003) dan meraih penghargaan Yang Mengubah Indonesia (Tempo, 2006). Dr. Warsito mengembangkan teknologi ECVT di Center for Tomography Research Laboratory (CTECH Labs), sebuah laboratorium pada ruang berukuran 5 x 8 meter di sebuah ruko berlantai dua di Tangerang. CTECH boleh saja disebut laboratorium “kelas ruko”, tapi karya yang dihasilkannya sungguh “berkualitas ekspor”. Betapa tidak, CTECH di bawah pimpinan Warsito berhasil menciptakan alat pemindai empat dimensi (4D) pertama di dunia. Karyanya itu diluncurkan pertama kali di Koffolt Laboratories, Department of Chemical and Biomolecular Engineering, Ohio State University, Columbus, Ohio, Amerika Serikat, November lalu.


Bangsa Indonesia harus bangga dengan temuan yang bisa diaplikasikan langsung secara luas di dunia industri ini. Temuan atas teknologi pencitraan secara 3 dimensi sempat menjadi headlines di media electronik maupun cetak yang menyangkut sains dan teknologi di seluruh dunia belum lama ini. Berita yang pertama kali dirilis oleh Ohio State Research News pada tanggal 27 Maret 2006 itu kemudian dikutip oleh ScienceDaily (AS), Scenta (Inggris), Chemical Online, Electronics Weekly dan hampir seluruh media pemberitaan iptek di segala bidang dari energi, kedokteran, fisika, biologi, kimia, industri, elektronika hingga nano-teknologi dan antariksa di seluruh dunia. [ ]


sumber: www.dakwatuna.com (dengan perubahan seperlunya)

READ MORE - Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA
Related Posts with Thumbnails

Recent Post

Orang yang kritis akan merespon apa yang telah dibacanya..sudahkah anda merespon artikel di miti...?

Arsip Artikel

Update Artikel MITI via Email Gratis

Untuk update Artikel cerdas, cukup masukkan email anda disini:

Delivered by FeedBurner

 
free counters